Artificial Intelligence Pengaman Transaksi Online

0
62

SSP© Blog – Perkembangan teknologi mempermudah kinerja manusia di segala aspek, termasuk dalam hal finansial atau keuangan. Hal ini bisa ditandai dengan munculnya beragam produk fintech yang bisa digunakan masyarakat Indonesia.

Beragam produk fintech diciptakan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi. Kemudahan transaksi dengan produk fintech bisa dimanfaatkan untuk bisnis dan belanja online.

Berbagai layanan keuangan ditawarkan oleh berbagai produk fintech. Beberapa layanan tersebut di antaranya transfer dana, penarikan uang, dan pemberian pinjaman. Fintech juga memfasilitasi kita untuk memiliki tabungan digital yang sewaktu-waktu bisa kita gunakan untuk transaksi bisnis, belanja, transfer antaruser, atau ditarik kembali dalam bentuk cash.

Masyarakat sendiri makin akrab dengan layanan fintech tersebut. Apalagi, beberapa fintech sudah bekerja sama dengan marketplace. Saldo di suatu marketplace sudah diintegrasikan dengan saldo di fintech yang telah menjadi mitranya.

Maka dari itu, masyarakat yang gemar belanja online kemungkinan juga menjadi user suatu fintech.

Transaksi Online Rentan Diretas

transaksi online bisa diretas

Semakin banyaknya transaksi online sekaligus meningkatkan kemungkinan terjadinya kejahatan siber. Seseorang yang tak bertanggung jawab bisa meretas atau meng-hack data transaksi dan data penting pengguna fintech untuk kepentingan mereka sendiri.

Berbagai kejahatan siber yang biasa dilakukan antara lain mengirimkan malware dan phising untuk mencuri data penting korban. Malware dikirimkan agar pelaku bisa mendeteksi aktivitas korban dengan gadgetnya atau mencuri data rahasia seperti password, PIN, dan nomor kartu kredit.

Peluang terjadinya kejahatan siber semakin terbuka karena awamnya masyarakat tentang cyber security atau keamanan siber. Kemudahan dan kecepatan pembayaran membuat mereka lengah untuk memperhatikan keamanan transaksi.

Beberapa kebiasaan user yang membuka peluang kasus peretasan antara lain menggunakan password dan PIN yang sama untuk berbagai platform. Kebiasaan berbahaya lainnya adalah mengakses website tidak terpercaya dan menginstal aplikasi yang berbahaya. Sementara, malware bisa masuk ke hardware gadget melalui website dan aplikasi tak terpercaya tersebut tanpa disadari user.

Transaksi Menggunakan Kartu Juga Rentan

pembayaran pakai kartu rentan dihack

Meski pembayaran bisa menggunakan produk fintech, pembayaran menggunakan kartu debit atau kartu kredit juga masih populer di masyarakat kita. Meski begitu, pembayaran dengan metode kartu ini juga rentan.

Proses pembayaran metode kartu termasuk kompleks dan melibatkan banyak pihak. Karena ada banyak faktor manusia yang terlibat, di antaranya pengguna kartu sendiri, penjual, software vendor, pabrik hardware, bank penerbit kartu, dan lain-lain. Semakin banyak faktor manusia terlibat, maka celah kejahatan juga semakin lebar mengingat manusia bisa berbuat jahat sewaktu-waktu.

Kejahatan siber yang cukup populer adalah skimming. Kejahatan ini dilakukan dengan mencuri data dari strip magnetik kartu debit atau kredit, menduplikasinya ke kartu lain, kemudian pelaku memiliki kendali atas rekening korban. Saldo korban pun bisa saja dikuras.

Modus skimming yan adalah dengan memasang alat scanner di lubang kartu ATM untuk merekam data kartu dari pita magnetik. Di mesin ATM juga terpasang kamera kecil untuk merekam PIN pengguna kartu.

Data kartu ATM yang terekam diduplikasi ke kartu ATM yang lain. Dengan begitu, pelaku kejahatan bisa menggunakan duplikasi kartu ATM dan PIN tadi untuk menguras saldo rekening korban.

Cyber Security yang Berbasis Artificial Intelligence

Cyber Security Berbasis Artificial Intelligence

Kerentanan kejahatan siber menggunakan produk fintech dan kartu menjadi alasan PT Sydeco mengembangkan teknologi berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI) sebagai pengaman transaksi online.

PT Sydeco fokus pada pengembangan teknologi di bidang keamanan jaringan siber atau cyber security. Untuk menjaga jaringan tetap aman dari ancaman malware seperti virus, trojan, worm, dan lain-lain, diciptakanlah Artificial Intelligence untuk menangkal segala ancaman digital tersebut.

Secara lebih khusus, PT Sydeco ini juga membuat produk cyber security untuk pembayaran online. Cyber security untuk mengamankan transaksi yang berbasis Artificial Intelligence ini dinamai Secure System of Payment atau SSP©.

Hadir sebagai sistem keamanan pembayaran online, SSP© memiliki kelebihan yaitu:

  1. Melindungi data rahasia pelaku pembayaran
  2. Tak melibatkan banyak perantara seperti metode kartu sehingga celah kejahatan sangat kecil.
  3. Terhindar dari kasus phising
  4. Data tidak tersimpan di memori smartphone secara permanen sehingga aman dari serangan virus atau malware lainnya.

Dengan kelebihan tersebut, pengguna SSP tidak usah khawatir kalau saldo dan transaksinya dibobol hacker. Transfer dana secara online terlindungi dengan dukungan sistem absolute safety.

Baca juga: Tren Belanja Online Jadi Ladang Subur Penipu dan Hacker

SSP© Tak Hanya Aman

pakai ssp dapat point dan bonus

Tidak hanya dari sisi keamanan saja. Pengguna SSP juga bisa mendapatkan keuntungan dari Point dan Bonus yang diberikan. Setiap transaksi online produk digital seperti pulsa, token listrik, tagihan BPJS, telepon, dan sebagainya.

Pengguna bisa mendapatkan Point tanpa batas maksimal jika memenuhi syarat dan ketentuan yang ada. Untuk transfer dana antar bank juga murah daripada transfer via ATM dan kantor cabang bank. Dengan SSP, Anda bisa transfer uang online antar bank hanya sebesar Rp 3.500. Mantap kan?

Fitur keamanan dan murahnya layanan SSP merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Indonesia agar pembayaran lebih mudah. Selain itu juga sekaligus membuat pembayaran benar-benar aman dari segala ancaman kejahatan siber. Maka dari itu, Secure Your Payment Now with SSP©.

SSP© Bisa Anda install secara gratis dari App Store bagi pengguna iPhone dan Google Play Store bagi pengguna Android.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here