Heboh Hacker Asal Sleman dan Cara Mencegah Serangan Ransomware

0
60
hacker asal sleman ditangkap
Peretas berisial BBA dari Sleman berhasil ditangkap (VOA/Fathiyah)

Belum lama ini ada berita cukup menghebohkan tentang hacker asal Sleman, Yogyakarta yang meretas sistem salah satu perusahaan di Amerika Serikat. Sudah lima tahun sejak anak muda bernisial BBA ini menjalankan aksinya. Dari aksinya, ia berhasil meraup uang sekitar Rp 31,5 milyar. Modus peretasan yang ia lakukan sehingga bisa mendapatkan uang sebanyak itu adalah penyebaran ransomware.

Apa itu Ransomware?

waspada cyber attack ransomware
Awas bahaya ransomware (Pixabay/geralt)

Ransomware merupakan kependekan dari ransom malicious software. Secara umum, malicious software atau malware sendiri merupakan file yang mengganggu dan berbahaya bagi pengguna komputer. Beberapa fungsi malware yang ditakuti di antaranya yaitu mengintai, menghapus, dan mencuri data korban.

Sebagai salah satu jenis malware, ransomware juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan tindak kejahatan siber seperti yang dilakukan oleh BBA. Ransomware adalah malware yang bisa digunakan untuk merebut hak akses data milik korban dan hanya dikembalikan jika korban membayar sejumlah uang kepada pelaku sesuai kesepakatan.

Singkat kata, ransomware merupakan malware yang bisa digunakan untuk “menyandera data”. Dengan menjadikan data sebagai sandera, maka korban harus menebus sejumlah uang kepada pelaku yang mengirimkan ransomware. 

 

Modus Hacker di Sleman

barang bukti harley davidson yang disita petugas
Ada beberapa barang bukti milik BBA yang disita petugas, salah satunya moge Harley Davidson (Kompas/Totok Wijayanto)

BBA bukanlah orang yang membuat sistem file ransomware tersebut sejak awal. Seperti yang diberitakan oleh Kompas, ia membelinya dari Dark Web. Ia kemudian mengirim ransomware ke lebih dari 500 alamat email di luar negeri. Salah satu perusahaan yang menjadi korban hacker asal Sleman ini adalah salah satu perusahaan di San Antonio, Texas, Amerika Serikat.

Cara kerja ransomware yang ia sebar yaitu jika email berisi ransomware dari BBA dibuka, maka malware tersebut bisa menyebar ke software milik korban. Kemudian, korban tidak bisa lagi mengakses software yang sudah diserang ransomware.

Di sinilah BBA mengambil kesempatan untuk meminta uang tebusan kepada korban. Jika tidak memberikan tebusan dalam jangka waktu tertentu, BBA mengancam bahwa sistem milik korban akan dimatikan.

Oleh karena itu, cara yang bisa dilakukan untuk bisa mengakses software kembali yaitu dengan membayar kepada pelaku menggunakan Bitcoin dengan jumlah yang disepakati.

Kalau dihitung transaksinya, ada sekitar 300 bitcoin yang berhasil BBA dapatkan sejak 2014. Saat ini, 300 bitcoin kurang-lebih setara dengan uang sebesar Rp 31.5 milyar.

Nah, dengan cara-cara “pemerasan” seperti itulah si pelaku bisa mendapatkan uang sangat banyak. Bahkan, pelaku sanggup membeli sepeda motor Harley Davidson, sepeda motor berukuran besar yang dikenal dengan harga yang sangat mahal. Atas kejahatannya, hacker asal Sleman itu terkena ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Cara Agar Terhindar Dari Kejahatan Ransomware

cara menghindari ransomware
Anda perlu tahu tips menghindari bahaya ransomware.

Berita hacker di Sleman ini seharusnya membuat kita mulai antisipasi sejak dini agar data-data berharga kita tidak dihack untuk tujuan kejahatan seperti yang dilakukan BBA.

Meski BBA mengincar website-website luar negeri, tak menutup kemungkinan kejahatan siber ini juga menyerang personal orang Indonesia, apalagi banyak yang belum sadar akan bahaya ransomware.

Cara yang bisa kita lakukan agar terhindar dari bahaya ransomware adalah sebagai berikut.

1. Back Up Data

Cara yang bisa dilakukan salah satunya melakukan back up data. Data di harddisk internal komputer atau laptop bisa digandakan (copy-paste) ke harddisk eksternal atau cloud storage yang teruji keamanannya.

Hal ini penting dilakukan. Apabila ransomware menyerang salah satu harddisk, kita masih memiliki data cadangan yang masih bisa digunakan. Jadi, kita tidak perlu membayar tebusan ke pelaku.

 

2. Simpan File Penting di Komputer Offline

Cara kedua yang bisa dilakukan agar terhindar dari dampak mengerikan ransomware adalah menyimpan data di device yang tidak terkoneksi internet. Ransomware biasanya tersebar melalui internet. Jika Anda menyimpan file sangat penting dan rahasia di device yang terhubung internet, maka ada celah terbuka bagi hacker untuk menyerang file Anda.

Untuk itu, pastikan file penting Anda tersimpan di device yang sering offline. Namun, Anda juga harus hati-hati dalam menancapkan harddisk eksternal atau flashdisk. Pastikan kedua perangkat ini bersih dari ransomeware atau malware lainnya sebelum menancapkan ke device offline Anda.

 

3. Hati-Hati dengan Link Tak Terpercaya

Faktor penyebaran malware bukan hanya terjadi karena keahlian si hacker saja, tetapi juga kecerobohan si korban. Malware bisa menyebar ke komputer korban karena mereka membuka website yang tidak aman dengan mengklik link dari sumber tidak terpercaya.

Untuk itu, berhati-hatilah jika mendapatkan kiriman link mencurigakan, baik yang diterima melalui email, SMS, atau chat. Cermati dan pastikan bahwa link yang Anda terima tersebut bukan spam dan merupakan link aman dan terpercaya.

Itulah berita tentang hacker asal Sleman yang sempat viral sekaligus cara menghindari ransomware yang perlu Anda ketahui. Jangan sampai file-file berharga kita terkena ransomware dan menjadi kejahatan hacker tak bertanggung jawab.

Bukan hanya file atau data kita di komputer yang perlu dijaga. Pembayaran online yang sering kita lakukan juga harus aman dari segala tindakan kejahatan siber. Salah satu cara untuk melindungi data transaksi sekaligus data pribadi kita dari serangan hacker adalah menggunakan alat pembayaran online teraman.

Baca juga: Awas, Phising Berkedok Streaming

Keamanan pembayaran online bisa Anda rasakan jika menggunakan Secure System of Payment (SSP). Ini merupakan aplikasi payment gateway dan payment point yang bisa Anda manfaatkan untuk transfer antarbank dengan biaya admin yang murah, serta belanja produk digital seperti pulsa, voucher game, bayar BPJS, tagihan PLN, dan sebagainya.

Tak perlu khawatir dihack, SSP sudah dilengkapi dengan sistem absolute safety yang menjamin kerahasiaan data transaksi Anda. Tak usah pikir panjang untuk melindungi data transaksi dan data pribadi Anda. Segera install SSP di Android atau iPhone Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here