6 Hal Ceroboh Ini Sebabkan Akun Mudah Dihack

1
189
kecerobohan bikin akun mudah dihack

SSP© Blog – Isu keamanan siber atau cyber security seharusnya menjadi perhatian banyak pihak, termasuk masyarakat sebagai pengguna internet. Alasannya, pengguna internet di Indonesia masih banyak yang belum begitu memperhatikan aspek keamanan selama berinternet. Seringkali mereka melakukan aktivitas online berisiko tanpa mereka sadari.

Namun, kenyataan tersebut bisa kita pahami mengingat makin masifnya penggunaan internet tidak sebanding dengan tingkat kesadaran akan pentingnya keamanan siber. Edukasi terkait isu keamanan siber atau keamanan jaringan kepada masyarakat bisa dibilang masih minim. Masyarakat banyak yang belum sadar kalau tindakan peretasan bisa disebabkan oleh kecerobohan mereka sendiri.

Kali ini, Tim SSP Blog memberikan beberapa poin tentang hal ceroboh pengguna internet yang bikin hacker gampang meretas akun platform mereka. Platform tersebut bisa berupa media sosial maupun aplikasi fintech seperti mobile banking, ewallet, PPOB, dan payment gateway.

Coba simak baik-baik informasi ini ya. Jika informasi ini bermanfaat, bagikan juga ke orang-orang terdekatmu. Ini demi keamanan dalam melakukan berbagai aktivitas online. Jangan sampai kamu dan orang terdekatmu jadi korban kejahatan dunia maya.

Simak 6 hal ceroboh yang bikin hacker bisa meretas akun-akunmu berikut ini.

1. Membagikan Informasi Pribadi ke Orang Asing

berbagi privasi ke orang asing

Bangsa Indonesia memang dikenal sebagai bangsa yang ramah. Tapi jangan sampai terlalu ramah. Apalagi jika sedang berinteraksi dengan orang yang baru dikenal di internet, baik melalui platform media sosial, aplikasi chat, maupun aplikasi kencan.

Kalau ramah jangan keterlaluan sampai-sampai data privasi malah kamu bagikan ke orang yang baru dikenal di internet. Hal ini bisa berujung pada tindakan social engineering, di mana pelaku memanfaatkan kedekatan dengan korban untuk menguak informasi rahasia.

Informasi tersebut bisa saja password untuk mengakses platform online tertentu, seperti media sosial atau internet banking. Kalau internet banking yang diretas, saldomu bisa dikuras.

2. Memakai Password yang Sama

Beberapa pengguna internet menggunakan email bahkan password yang sama untuk melakukan registrasi di berbagai platform. Hal itu dilakukan supaya lebih praktis. Padahal, kebiasaan ini membahayakan.

Kalau ada salah satu platform yang diretas dengan email serta password tertentu, maka peretas juga semakin terbuka peluangnya untuk meretas akun-akunmu yang lain. Untuk itulah, kita harus menghindari memakai username dan password yang sama untuk mengakses berbagai platform. Usahakan untuk memakai password yang unik untuk masing-masing platform.

3. Menyimpan Password di Browser

Jika kita memakai username dan password untuk setiap platform tentu sulit juga untuk mengingat semuanya. Biasanya browser seperti Chrome menyediakan fitur simpan username dan password di sistem Chrome.

Fitur ini dimaksudkan untuk mempermudah pengguna agar suatu saat bisa login dengan mudah karena username dan password bisa terisi sendiri di platform tertentu.

Meski begitu, cara ini membuat akun kita rentan diretas. Alasannya, celah kejahatan siber juga terletak pada browser yang dipakai. Apalagi kalau laptop atau ponselmu dipakai oleh orang lain. Mereka bisa mengakses akun-akunmu dengan mudah.

Untuk itu, tidak disarankan untuk menyimpan password dengan fitur penyimpanan yang disediakan browser. Agar bisa login di berbagai platform tanpa menyimpan password di browser, kita bisa menggunakan password manager. Salah satu website yang menyediakan sistem password manager adalah Lastpass.com.

4. Login Akun di Wifi Publik

berhati-hati di wifi publik

Wifi publik bisa menjadi hal yang dimanfaatkan peretas untuk melakukan kejahatan. Dengan jaringan Wifi publik yang terbuka tanpa password, peretas bisa mengakses jaringan wifi-mu. Mereka bahkan bisa memantau aktivitasmu dengan gadget yang sedang terhubung di wifi umum tersebut.

Tentu saja hal itu berbahaya kalau kamu login di akun platform tertentu. Data username, email, password, bahkan nomor kartu kredit bisa dicuri oleh peretas. Untuk itu, tidak disarankan untuk mengakses akun platform seperti media sosial, internet banking, dan sebagainya dengan wifi publik.

5. Terkecoh Gratisan di Website

Ini sama halnya dengan peringatan agar jangan terkecoh dengan penipuan bermodus pengumuman menang undian via SMS. Modus memberikan iming-iming hadiah atau gratisan juga bisa diterapkan pada konten website.

Pelaku kejahatan siber seolah membuat website dengan konten yang mengecoh pengunjung. Pelaku bisa menipu pengunjung dengan akses gratis nonton streaming film yang sedang trend, akses ke akun yang biasanya berbayar, pengambilan voucher, hadiah, dan semacamnya. Kejahatan ini disebut juga phising.

Melalui phising, pelaku bisa mengelabuhi pengunjung agar mengirim data rahasia seperti password, bahkan nomor kartu kredit. Tanpa disadari, pengunjung website justru dikelabuhi untuk mengirimkan data tersebut kepada pelaku.

Contoh phising yang belum lama ini terjadi yaitu adanya website yang menawarkan streaming gratis film Avengers Endgame. Padahal, itu hanyalah modus untuk mengelabuhi pengunjung agar mengirimkan nomor kartu kredit ke pelaku.

Artikel terkait: Awas, Phising Berkedok Streaming Avengers: Endgame

6. Tak Memperhatikan Keaslian Alamat Website

penting cek keaslian website

Pelaku phising biasanya menggunakan website tak resmi dan tentu saja tidak terpercaya. Ada baiknya kita mengenal alamat website resmi yang dipakai oleh perusahaan seperti bank atau penyedia platform tertentu.

Kalau Instagram, sudah pasti menggunakan instagram.com, bukan instagram.net atau lnstagram.com (‘i’ diganti ‘L kecil’). Kalau website tersebut terpercaya, sudah pasti tidak menggunakan website gratisan yang masih terdapat tulisan blogspot atau wordpress di alamat websitenya.

Jika ada website tak terpercaya namun tampilannya sama dengan website asli, maka jangan pernah lakukan login. Login di website tersebut sama saja mengirimkan data rahasia ke pelaku phising.

Itu adalah enam hal ceroboh yang menyebabkan akun mudah diretas hacker. Jika hacker berhasil meretas akun media sosial, mereka bisa menggunakannya untuk minta transfer uang dari teman-teman kita.

Kalau internet banking diretas, jangan ditanya lagi. Saldo bank kita bisa dikuras habis. Makanya, yuk mulai sekarang berhati-hati dalam menggunakan internet.

Agar transaksi atau transfer uang dijamin aman dari hacker, kamu bisa pakai aplikasi fintech Secure System of Payment (SSP©) dari Sydeco. Aplikasi ini memang dirancang untuk memberikan keamanan absolut untuk kegiatan transfer dana secara online. Tak hanya aman, transfer juga lebih cepat. Biaya admin transfer antarbank juga lebih murah.

SSP© bisa didownload di Android dan iOS. Kamu bisa langsung download sekarang. Ini link download untuk HP Android: bit.ly/ssp-android dan ini untuk iOS: bit.ly/ssp-ios.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here