Press Release: Koperasi DIY Harus Siap Terapkan Teknologi

0
183
ssp dan koperasi untuk umkm

Koperasi di DIY harus siap menerapkan sistem transaksi berbasis aplikasi android. Dengan aplikasi bernama smart cooperative yang diperkenalkan perusahaan teknologi berbasis informasi, PT Sydeco, ini berbagai kelebihan bisa diperoleh koperasi dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (UKM).

President Director PT Sydeco, Patrick Houyoux mengungkapkan, smart cooperative merupakan sebuah sistem aplikasi yang membantu koperasi dalam menjalankan usahanya. Aplikasi ini akan mempermudah berbagai pihak yang terlibat dalam koperasi, seperti anggota, koperasi, dan juga Kementerian Koperasi dan UKM. Ketiga pihak ini masing-masing akan mendapatkan manfaat berbeda.

“Era teknologi informasi sudah masanya, dan memang tidak bisa dihindari lagi,” ujarnya saat pemaparan aplikasi Smart Cooperative di Yogyakarta kemarin. Patrick menambahkan, pihaknya fokus pada koperasi karena koperasi merupakan soko guru perekonomian Indonesia. Jika koperasi tidak kuat, maka akan membuat perekonomian di tanah air menjadi goyah. Oleh karena itu, untuk menguatkan koperasi harus bisa mengikuti perkembangan zaman.

Business Analyst and Product Manager PT Sydeco, Deddy Gunawan mengatakan, sistem smart cooperative ini adalah aplikasi digital seluruh transaksi keuangan dari koperasi yang tidak hanya terintegrasi dengan masing-masing koperasi, tetapi bisa disambungkan dengan anggota serta dimonitori langsung oleh Kementerian Koperasi UKM. Smart cooperative ini terintregrasi langsung dengan Secure System of Payment (SSP).

Saat ini aplikasi SSP sudah bisa diunduh di Play Store dengan smartphone android. Aplikasi SSP adalah aplikasi pembayaran berbagai macam transaksi mulai dari pulsa seluler, pulsa listrik, tagihan listrik, hingga pembayaran lainnya. Aplikasi smart cooperative dan SSP akan terintegrasi mempermudah transaksi koperasi. “Semangat kami mengefektifkan kerja koperasi yaitu dengan meminimalisasi transaksi tunai dipindah ke elektronik,” ujarnya.

Kelebihan dari penerapan smart cooperative ini, anggota akan mendapatkan berbagai informasi dan kemudahan. Anggota bisa mendapatkan informasi sisa hasil usaha (SHU), pelatihan, seminar, training Kementerian Koperasi dan UKM, transaksi online kopera si, pembelian pulsa listrik, tagihan telepon, tiket pesawat, tiket kereta, hingga transfer uang antar anggota.

Semua transaksi anggota serta koperasi ini dimonitori langsung Kemenkop UKM. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM DIY Trisaktiyana menambahkan, sudah saatnya koperasi menerapkan aplikasi ini karena teknologi sudah tidak bisa dihindari lagi. Dari sisi SDM sebenarnya koperasi di Yogyakarta sudah siap menyambut era digitalisasi ini. Karena ternyata mudah menggunakan dan menerapkan aplikasi ini. “Fasilitasnya hanya smartphone. Tinggal mengubah habits dari media sosial,” ujarnya.

Sumber: http://koran-sindo.com/page/news/2016-08-12/6/76 | Koran-Sindo.com (12 Agustus 2016)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here