Digitalisasi koperasi telah direncanakan sejak lama oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI. Secara teknis, sistem digital koperasi ini akan dirancang oleh PT Sydeco melalui aplikasi Smart Cooperative.

Untuk mengetahui tanggapan koperasi terhadap sistem ini, Kemenkop mengundang 50 koperasi dan dinas terkait di Yogyakarta untuk dilakukan penjajakan. Sydeco juga telah melakukan uji coba aplikasi terhadap kementerian dan dinas terkait untuk evaluasi.

Aplikasi Smart Cooperative merupakan sistem yang dirancang untuk membantu koperasi mengelola kegiatan bisnisnya. Smart Cooperative juga akan diintegrasikan dengan Secure System of Payment (SSP) untuk memenuhi kebutuhan transaksi koperasi. Melalui aplikasi ini, distribusi informasi secara langsung dapat dimonitor oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

Business Analyst & Product Manager PT Sydeco Deddy Gunawan mengatakan koperasi kesulitan untuk menyebarkan informasi dan mengelola data anggota, apalagi koperasi yang anggotanya ratusan hingga ribuan.

Ia mengatakan Smart Cooperative belum di-launching secara resmi karena masih dalam tahap trial and error. Rencananya, aplikasi ini akan launching 1-3 bulan ke depan. Namun, menurut Deddy, meskipun belum launching, antusias pengelola koperasi sangat baik.

“Antusiasnya sangat baik dan mereka tertarik, terlebih untuk koperasi yang memiliki anggota yang banyak sehingga mereka ingin tahu lebih detail dan segera mengimplementasikan aplikasi ini,” katanya di Yogyakarta, Kamis (11/8/2016).

Aplikasi yang akan menghubungkan koperasi di Indonesia ini akan dirilis dalam beberapa versi yang disesuaikan dengan jenis koperasi. Misalnya, koperasi simpan pinjam, koperasi konsumsi, dan koperasi simpan usaha, karena proses bisnisnya yang berbeda.

Sumber: http://fapet.ugm.ac.id/home/berita-383-fakultas-peternakan-ugm-dan-pt-sydeco-memperkenalkan-secure-system-of-payment-.html | Fakultas Peternakan UGM (15 Desember 2016)